CARA MEMBERSIHKAN POLOBESSI
Polobessi adalah segala jenis senjata tradisional Bugis, baik itu berupa Kelewang, Badik, Keris maupun Tombak. Unsur besi yang dikandung menyebabkan terjadinya oksidasi dan pengaratan. Untuk merawat Polobessi, perlu pembersihan secara berkala. Dalam bahasa Bugis, pembersihan polobessi dengan air jeruk disebut Mattompang. Ada beberapa teknik Mattompang. Tapi yang dipaparkan pada tulisan ini adalah yang sebatas penulis ketahui. Sehingga memungkinkan kita mencari teknik lain yang kita anggap lebih baik.
Secara tradisional, untuk membersihkan karat pada besi digunakan air jeruk. Biasanya digunakan jeruk khusus untuk besi disebut lemo pattompang. Bentuknya kurang lebih sebesar bola tenis. Namun jenis jeruk ini jarang ditemui. Umumnya, jeruk yang digunakan adalah jeruk nipis yang disebut lemo kopasa. Beberapa orang menggunakan air keras seperti pembersih perak atau air aki. Tapi ini tidak dianjurkan sebab dapat merusak pamor pada bilah besi.
Untuk memulai membersihkan, pertama adalah memilih waktu. Siang selepas shalat jumat biasanya waktu yang baik untuk digunakan. Kedua, memilah besi yang akan dibersihkan. Bilah besi yang karatnya parah perlu perlakuan khusus sebelum ditompang. Sedang bilah besi yang karatnya sedikit, lumayan lebih mudah dibersihkan.
Sebelum memulai membersihkan, hendaknya semua peralatan dan perlengkapan disediakan. Agar, selama proses, kita tidak meninggalkan tempat. Perlu diperhatikan pula bahwa selama proses Mattompang, hendaknya aman dari anak kecil dan hal-hal yang bisa mengganggu. Termasuk juga, menghindari berbicara dengan orang lain.
Untuk satu atau dua buah bilah badik atau keris, siapkan tiga buah jeruk nipis yang sudah dikupas. Sedangkan untuk sebilah kelewang, perlu dua atau tiga buah jeruk nipis. Hendaknya sebelum digunakan jeruk nipis dikupas dan diiris dengan benda selain badik atau keris yang akan dibersihkan.
Siapkan pula baki dan tisu. Baki untuk menampung sisa cairan jeruk yang bercampur karat, sedang tisu untuk menyerap dan membersihkan sisa cairan tersebut.
Memulai Mattompang
Setelah semua perlengkapan siap, maka kita menghadap kiblat dan meneteskan perasan air jeruk pada tujuh titik dimulai dari ujung hingga pangkal pada satu sisi bilah polobessi. Kemudian, jari menjepit ujung bilah dan menarik kedalam kearah pangkal lalu dilepas. Setelah itu, jari digerakkan kedepan ke arah ujung dan dilepas. Selanjutnya, jari selalu memulai dari pangkal kearah ujung dan dilepas. Hindari mengosok maju mundur. Namun, satu arah, dari pangkal keluar.
Selama proses pembersihan, perlu hati-hati. Sebab beberapa benda punya pamor yang cukup tajam dan bisa melukai jari kita. Setelah satu bilah kita anggap cukup kering, indikasinya adanya bunyi gesekan jari dengan besi seperti bunyi gesekan besi dengan besi, maka kita tetesi pada tujuh titik perasaan air jeruk pada sisi sebelahnya. Demikian dilakukan secara berulang, hingga karat yang menempel terlepas.
Apabila besi kita anggap sudah bersih (indikasinya bunyi gesekan jari dan besi) maka ditutup dengan menarik jari dari arah ujung kepangkal. Selepas itu, besi kita angin-anginkan selama beberapa jam hingga benar-benar kering. Nanti setelah benar-benar kering, barulah besi dimasukkan kedalam sarungnya.
Sisa perasan air jeruk yang bercampur karat dibersihkan dengan tisu kemudian ditanam.
Mattompang besi yang karatnya banyak
Perlu waktu yang agak lama untuk membersihkan karat yang banyak. Sebelum ditompang, hendaknya melunakkan dulu lapisan karatnya. Caranya adalah, membungkus bilah tersebut dengan tisu hingga semuanya tertutup. Lalu, tetesi tisu yang membungkus bilah besi tersebut dengan air jeruk hingga semuanya basah. Simpan ditempat yang aman dan tunggu hingga esok.
Setelah air perasan jeruk mengering, maka akan mengangkat dan melunakkan lapisan karat sehingga menempel di tisu yang mengering tersebut. Bila kita anggap sudah layak ditompang, maka mulailah Mattompang seperti yang dijelaskan diatas. Namun apabila kita anggap karatnya masih banyak, maka buka tisu yang mengering tersebut lalu basahi dengan air perasan jeruk dan bungkus kembali dengan tisu. Simpan hingga esok harinya. Ulang hingga kita anggap sudah layak untuk ditompang.
Kunjungi artikel terkait
Sengkang, 15 Desember 2012
Andi Rahmat Munawar
3 komentar
makasih infonya bang
sippp..semoga bermanfaat
Apakah air jeruk yg sifatnya asam tidak membuat badik jadi rapuh..?
EmoticonEmoticon